Tuesday, 14 Apr 2026

Penguatan Kinerja Operasi Tahun 2025 PT Pelindo Sinergi Lokaseva

3 minutes reading
Tuesday, 14 Apr 2026 06:00 3 Admin22

Jakarta,  14 April 2026 – PT Pelindo Sinergi Lokaseva (SPSL) merefleksikan capaian kinerja tahun buku 2025 melalui peningkatan pada sejumlah lini usahanya. Perbaikan kinerja operasional tersebut menjadi pondasi penting dalam memperkuat arah transformasi perusahaan sebagai entitas yang mengintegrasikan layanan pendukung pelabuhan dan pengembangan hinterland / Kawasan pendukung dalam menghadirkan Solusi layanan yang efektif dan efisien bagi Ekosistem Kepelabuhanan.

Atas pencapaian yang telah diraih oleh Perusahaan sepanjang tahun 2025, Direktur Utama PT Pelindo Sinergi Lokaseva Joko Noerhudha menyampaikan, bahwa capaian tahun 2025 merupakan hasil dari kesungguhan perusahaan dalam memperkuat fundamental operasional, guna membangun standarisasi serta menjaga konsistensi kualitas layanan.

“Upaya perbaikan yang dilakukan secara bertahap ini akan menjadi pijakan penting bagi kami dalam melanjutkan transformasi Perusahaan kedepan. Kami terus memastikan bahwa masing-masing lini usaha berjalan dengan baik dan dapat bersinergi secara optimal sehingga mampu menghadirkan solusi layanan bagi para pengguna jasa serta memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi perusahaan,” jelas Joko Noerhudha.

Peningkatan Kinerja serta Layanan Pendukung Pelabuhan

Pada tahun 2025, kinerja lini bisnis layanan pendukung pelabuhan, yang mencakup layanan lapangan penumpukan, pergudangan, dan freight forwarding, mengalami peningkatan sebesar 6,1% dari tahun sebelumnya, khususnya pada wilayah Pontianak, Surabaya dan Ambon.

PT Pelindo Sinergi Lokaseva berkomitmen untuk memastikan setiap layanan yang ada maupun yang akan dikembangkan dapat memenuhi kebutuhan bisnis pelanggan serta mendukung ekosistem kepelabuhanan yang terintegrasi. Sejalan dengan hal tersebut, pada tahun 2025 Pelindo Sinergi Lokaseva group telah membuka kantor perwakilan layanan Multimoda (Belawan – Sei Mangkei – Kuala Tanjung) di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei guna menjawab kebutuhan para pelaku industri yang ada maupun yang berencana mengembangkan industrinya di kawasan tersebut. Langkah bisnis ini juga dimaksudkan untuk memperluas potensi pasar yang dapat diraih grup Perusahaan.

 Klaster Pengembangan Wilayah Makin Solid

Jalan Tol Cibitung–Cilincing (JTCC) yang menghubungkan Pelabuhan dengan kawasan industri di timur Jakarta, hingga akhir tahun 2025 mencatatkan total kendaraan yang melintas mencapai 12.988.557 unit atau meningkat sebesar 9,31% (Y-o-Y) dibandingkan tahun sebelumnya.

“Kami tengah mendorong integrasi tarif di JTCC agar lebih kompetitif dibandingkan ruas jalan tol lainnya. Dengan tarif yang efisien dan akses yang semakin lancar, kami yakin JTCC akan menjadi pilihan utama kendaraan angkutan logistik dari dan ke pelabuhan,” ujar Joko Noerhudha.

Untuk sektor pengelolaan properti, terdapat peningkatan pada okupansi Gedung Pelindo Tower sebesar 3,28% dari tahun sebelumnya, yang merupakan cerminan performansi pengelolaan properti yang lebih baik serta meningkatnya kepercayaan tenant terhadap layanan perusahaan.

Penguatan Arah Strategis dan Identitas Korporasi

Realisasi kinerja operasional merupakan cerminan dari upaya-upaya perbaikan yang tidak hanya dilakukan pada sisi infrastruktur, sistem dan peralatan, tetapi juga dibarengi dengan perkuatan dari sisi bisnis proses dan kapabilitas SDM. Perusahaan akan secara berkesinambungan melakukan perkuatan operasional dan inovasi bisnis untuk dapat menghadirkan integrasi antar layanan yang selaras dengan kebutuhan pelanggan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga konsistensi kinerja dan pengembangan bisnis, guna

memperkuat posisi perusahaan dalam ekosistem kepelabuhanan.

Kinerja positif tahun 2025 berjalan seiring dengan transformasi identitas perusahaan dari PT Pelindo Solusi

Logistik menjadi PT Pelindo Sinergi Lokaseva. Perubahan ini dilakukan untuk mempertegas peran Perusahaan dengan dua portofolio utama, yakni bisnis layanan pendukung pelabuhan dan pengembangan hinterland / kawasan pendukung pelabuhan.

“Kami berharap transformasi ini dapat memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pelanggan dan pemangku kepentingan, serta mendukung pertumbuhan ekosistem kepelabuhanan dan juga pertumbuhan perekonomian Nasional,” tutup Joko Noerhudha.

—–

Artikel ini juga tayang di vritimes

Featured

LAINNYA