Monday, 18 May 2026

Positive Technologies Perluas Kolaborasi Pendidikan dengan Universitas di Indonesia untuk Melatih Para Profesional Cybersecurity

4 minutes reading
Monday, 18 May 2026 08:33 1 Admin22

Positive Technologies, salah satu pemimpin industri cybersecurity Rusia, terus memperkuat hubungan pendidikannya dengan Indonesia. Dalam Forum Ekonomi Internasional “Russia–Islamic World: KazanForum”, perusahaan ini menandatangani perjanjian dengan enam universitas terkemuka di Indonesia: Universitas Brawijaya (UB), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Politeknik Manufaktur Bandung (Polman), Institut Teknologi dan Sains Mandala (ITSM), dan Universitas Darul Ma’arif (UDM). Dokumen serupa juga telah ditandatangani sehari sebelumnya di Moskow dengan Universitas Padjadjaran (UNPAD), serta dengan Universitas Gadjah Mada (UGM) setahun sebelumnya. Tujuan utama dari kemitraan ini adalah mengembangkan tenaga kerja cybersecurity di negara terbesar di Asia Tenggara tersebut.

Nota kesepahaman dan kerja
sama ini mencakup berbagai inisiatif pendidikan bersama, termasuk pelatihan
bagi dosen, pembangunan laboratorium khusus untuk praktik cybersecurity secara langsung, serta pengembangan mata kuliah
terkait keamanan defensif dan praktik pengembangan perangkat lunak yang aman.
Selain itu, para pihak juga sepakat untuk menerapkan EdTechLab, platform
pelatihan mandiri, di universitas-universitas yang berpartisipasi.

“Tenaga kerja yang sangat terampil sangat penting untuk
mencapai ketahanan siber yang kuat di perusahaan, industri, maupun negara
secara keseluruhan. Di Positive Technologies, kami telah membangun salah satu
tim cybersecurity terbaik di industri dan mengumpulkan keahlian unik yang ingin
kami bagikan. Hal ini sejalan dengan misi budaya global kami untuk membantu
para profesional keamanan di seluruh dunia mengembangkan karier mereka melalui
peningkatan keterampilan dan kompetensi. Bermitra dengan universitas di
Indonesia membantu kami memperkuat komunitas ahli yang dapat bersama-sama
melawan ancaman siber di Asia Tenggara dan dunia,”
ujar Elena Grishaeva, Direktur Regional Asia
Tenggara di Positive Technologies.

Indonesia, bersama
negara-negara ekonomi utama Asia Tenggara lainnya, saat ini berinvestasi besar
dalam infrastruktur digital, pengembangan e-government,
dan penerapan teknologi modern. Namun, digitalisasi yang cepat ini juga memiliki
dampak negatif karena memperluas lanskap siber dan permukaan serangan, sehingga
membuat negara lebih rentan terhadap serangan siber. Saat ini, kawasan ini
menjadi salah satu target utama para penjahat siber. Berdasarkan laporan
Positive Technologies, Indonesia menyumbang sekitar 40% dari seluruh laporan
kebocoran data di Asia Tenggara.

“Di era transformasi digital yang pesat dan ancaman siber
yang semakin kompleks, cybersecurity telah menjadi prioritas strategis bagi
setiap negara yang ingin membangun ekosistem digital yang tangguh dan
berkelanjutan. Universitas Padjadjaran percaya bahwa institusi pendidikan
tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan talenta cybersecurity masa depan
melalui penguatan program akademik, pelatihan praktis, kolaborasi riset, dan
keterlibatan industri. Kami sangat menghargai keahlian dan pengalaman
internasional Positive Technologies, yang saat ini telah bermitra dengan
beberapa universitas di Indonesia untuk memajukan pendidikan cybersecurity dan
pengembangan kapasitas profesional. Kami yakin kolaborasi ini akan memperkuat
kompetensi praktis di bidang cybersecurity, mendorong inovasi dan pertukaran
pengetahuan, serta berkontribusi nyata terhadap pengembangan ketahanan siber
nasional Indonesia,”
ujar Arief Kartasasmita, Rektor UNPAD.

“Selama dua tahun terakhir, kami telah membangun salah satu
kemitraan pendidikan internasional terbesar di Indonesia dalam bidang cybersecurity,
yang melibatkan dua belas universitas terbaik di negara ini. Kami secara
bertahap menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada
teori, tetapi juga praktik langsung yang menyerupai situasi nyata yang akan
dihadapi mahasiswa dalam karier mereka. Pendekatan ini membantu kami mencetak
generasi profesional baru yang mampu mengantisipasi dan mencegah serangan,
bukan sekadar bereaksi terhadapnya. Keterlibatan mahasiswa Indonesia dalam
Positive Hack Camp kini telah menjadi tradisi yang kuat. Pada tahun 2026,
mereka akan mengikuti program tersebut untuk ketiga kalinya, menangani kasus nyata
dan meningkatkan keterampilan mereka di tingkat global,”

kata Yuliya Danchina, Direktur Pusat
Program dan Proyek Pendidikan Positive Technologies.

Pada Mei 2025, Positive
Technologies menandatangani perjanjian kerja sama dengan empat institusi pendidikan
terkemuka di Indonesia dalam festival cybersecurity
internasional Positive Hack Days. Kerja sama ini berlanjut pada Juni, ketika
UGM dan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) meresmikan kemitraan mereka
dengan Positive Technologies. Pada Agustus, Universitas Nahdlatul Ulama Nusa
Tenggara Barat (UNU NTB) juga bergabung dalam kolaborasi tersebut.

Upacara penandatanganan pada
Agustus berlangsung dalam acara Positive Hack Camp, sebuah inisiatif pendidikan
global yang diluncurkan oleh Positive Technologies dan Positive Education untuk
membantu melatih generasi baru profesional cybersecurity.
Dengan dukungan Kementerian Pengembangan Digital Rusia, program ini
mempertemukan lebih dari 90 praktisi cybersecurity
muda dari 25 negara di Asia, Afrika, dan Timur Tengah.

Artikel ini juga tayang di vritimes

Featured

LAINNYA