Jakarta — Pemerintah Indonesia mulai mempersiapkan kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi yang dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang. Kunjungan tersebut diperkirakan akan menjadi momentum penting dalam memperkuat hubungan bilateral sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Indonesia dan India.
Dilansir dari The Jakarta Post, persiapan kunjungan Modi menjadi salah satu agenda utama yang dibahas dalam Sidang Komisi Bersama (Joint Commission Meeting/JCM) Indonesia–India ke-8 yang berlangsung di New Delhi pada akhir pekan lalu. Dalam pertemuan tersebut, Menteri Luar Negeri Indonesia Sugiono bertemu dengan Menteri Luar Negeri India S. Jaishankar untuk membahas perkembangan hubungan bilateral dan sejumlah agenda strategis kedua negara.
Selain membahas persiapan kunjungan Modi ke Jakarta, kedua menteri juga bertukar pandangan mengenai berbagai bidang kerja sama, termasuk perdagangan, ketahanan pangan, energi, dan urusan maritim yang selama ini menjadi fokus hubungan Indonesia dan India.
Menurut Sugiono, rencana kunjungan tersebut mencerminkan komitmen kuat kedua negara untuk terus memperdalam hubungan yang telah terjalin selama bertahun-tahun.
“Rencana kunjungan ini mencerminkan komitmen untuk semakin memperdalam hubungan bilateral antara kedua negara dan memberikan manfaat nyata bagi rakyat kedua negara,” ujar Sugiono.
Kunjungan Modi ke Indonesia akan menjadi kunjungan balasan atas lawatan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke India pada Januari 2025. Saat itu, Prabowo melakukan kunjungan resmi pertamanya ke India sejak menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia.
Dalam kunjungan tersebut, Prabowo mengadakan pertemuan bilateral dengan Modi dan menghadiri perayaan Hari Republik India ke-76 sebagai tamu kehormatan. Pertemuan kedua pemimpin menghasilkan komitmen untuk memperkuat kerja sama di berbagai sektor strategis, termasuk pertahanan dan perdagangan.
Rencana kunjungan Modi juga menjadi kelanjutan dari komunikasi intensif antara kedua pemimpin yang pertama kali bertemu di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Brasil pada November 2024.
Hubungan yang semakin erat antara Jakarta dan New Delhi dinilai menjadi fondasi penting bagi penguatan kerjasama kedua negara di tengah dinamika kawasan Indo-Pasifik yang terus berkembang.
Dalam pertemuan JCM di New Delhi, Jaishankar menegaskan pentingnya posisi Indonesia dalam kebijakan luar negeri India, khususnya dalam strategi Act East Policy yang selama ini menjadi salah satu pilar diplomasi India di Asia Tenggara.
Menurut Jaishankar, kunjungan Presiden Prabowo ke India pada awal tahun lalu telah memberikan energi baru bagi hubungan bilateral kedua negara.
“Kunjungan Presiden Prabowo telah memberikan dorongan baru bagi hubungan bilateral kita,” kata Jaishankar.
Ia juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki posisi strategis dalam upaya India memperkuat keterlibatan ekonomi dan strategisnya di kawasan.
“Indonesia adalah pilar utama dari Kebijakan Bertindak ke Timur (Act East Policy) India,” ujarnya.
Pernyataan tersebut mencerminkan pentingnya Indonesia bagi India, tidak hanya sebagai mitra ekonomi, tetapi juga sebagai mitra strategis di kawasan Asia Tenggara.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara kembali menegaskan komitmen untuk memperkuat kerja sama di bawah kerangka Kemitraan Strategis Komprehensif Indonesia–India. Kerja sama tersebut mencakup berbagai sektor, mulai dari politik, pertahanan dan keamanan, perdagangan, pariwisata, pendidikan, hingga pertukaran budaya.
Selain isu-isu strategis, kedua pihak juga membahas sejumlah peluang kerja sama yang lebih konkret. Salah satunya adalah ketertarikan India untuk mengamankan pasokan pupuk dari Indonesia guna mendukung kebutuhan sektor pertaniannya.
Indonesia dan India juga membahas upaya memperkuat konektivitas maritim, termasuk potensi kerja sama yang melibatkan Pelabuhan Sabang di Aceh. Lokasi pelabuhan tersebut dinilai strategis karena berada dekat dengan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia.
Sugiono menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan India harus menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung oleh kedua negara.
“Kemitraan antara Indonesia dan India harus menghasilkan kerja sama yang lebih konkret dan saling menguntungkan,” tegasnya.
Sejumlah media India melaporkan bahwa kunjungan Modi ke Indonesia akan menjadi bagian dari rangkaian lawatan ke kawasan Indo-Pasifik yang juga mencakup Selandia Baru dan Australia.
Tur tersebut disebut bertujuan untuk memperkuat hubungan ekonomi dan pertahanan India dengan sejumlah negara mitra di kawasan yang semakin penting dalam peta geopolitik global.
Dengan persiapan yang kini mulai dilakukan kedua pemerintah, kunjungan Narendra Modi ke Indonesia pada Juli mendatang diharapkan dapat menjadi langkah penting dalam mempererat hubungan bilateral sekaligus memperkuat implementasi Kemitraan Strategis Komprehensif yang telah dibangun oleh Indonesia dan India selama bertahun-tahun.
Artikel ini juga tayang di vritimes