Friday, 07 Aug 2026

Didukung Sri Sultan Hamengku Buwono X, Jasa Marga Percepat Pengembangan Akses Bokoharjo Tol Jogja-Solo untuk Dukung Konektivitas DIY

4 minutes reading
Friday, 7 Aug 2026 14:27 0 Admin22

Yogyakarta (07/08), PT Jasa Marga (Persero) Tbk melalui anak usahanya PT Jasamarga Jogja Solo (JMJ) selaku pengelola Jalan Tol Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo (Jogja–Solo) dan PT Jasamarga Jogja Bawen (JJB) selaku pengelola Jalan Tol Yogyakarta–Bawen memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam percepatan pengembangan infrastruktur jalan tol.

Komitmen tersebut dipertegas melalui audiensi jajaran Direksi Jasa Marga dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X di Keraton Yogyakarta pada Kamis (06/08). Hadir dalam pertemuan tersebut Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono, Direktur Pengembangan Usaha Jasa Marga Ari Respati, Corporate Secretary & Chief Administration Officer Jasa Marga Trias Andriyanto, Direksi PT JMJ dan Direksi PT JJB.

Dalam audiensi tersebut, Jasa Marga menyampaikan laporan perkembangan pembangunan Jalan Tol Jogja–Solo dan Jalan Tol Jogja–Bawen, termasuk rencana percepatan pengembangan Akses Bokoharjo dari Exit Tol Purwomartani menuju wilayah selatan DIY.

Direktur Utama Jasa Marga Rivan A. Purwantono menyampaikan bahwa kehadiran jalan tol diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antarwilayah di DIY.

“Alhamdulillah kami diterima Bapak Gubernur DIY untuk melaporkan progres pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo dan Jalan Tol Jogja-Bawen, termasuk percepatan pengembangan Akses Bokoharjo dari Exit Tol Purwomartani. Pengembangan akses ini kami lakukan agar distribusi lalu lintas tidak terpusat di Jalan Adisutjipto, sekaligus memperkuat konektivitas menuju wilayah selatan DIY seperti Bantul dan sekitarnya. Kami menargetkan akses ini dapat dipersiapkan untuk beroperasi fungsional dalam mendukung kelancaran arus Natal dan Tahun Baru 2026/2027 serta Lebaran 2027,” ujar Rivan.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyambut baik dan mendukung percepatan pembangunan jalan tol di wilayah DIY. Menurutnya, kualitas pekerjaan harus dijaga agar manfaat infrastruktur segera dirasakan masyarakat.

“Dari Jasa Marga menyampaikan laporan kemajuan pembangunan tol yang diharapkan bisa dipercepat, termasuk pembebasan lahan. Laporan sejauh ini tidak ada masalah. Yang terpenting bagi saya adalah kualitas pekerjaannya baik dan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat,” kata Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Berdasarkan data per 24 Juni 2026, progres fisik Jalan Tol Jogja–Solo Paket 1.2 Segmen Prambanan–Purwomartani sepanjang 11,48 km telah mencapai 92,54% atau berada di atas target dengan deviasi positif 0,20%. Pembangunan Jalan Tol Jogja–Bawen Seksi 6 Ruas Ambarawa–Bawen sepanjang 4,98 km telah mencapai progres konstruksi 98,68% per 3 Juli 2026 dan diproyeksikan mulai beroperasi pada akhir tahun 2026. Sementara itu, kesiapan lahan untuk Akses Bokoharjo per 1 Juli 2026 telah mencapai 99,38%. Dengan rampungnya seluruh dokumen Rencana Teknik Akhir (RTA), proyek ini siap untuk segera dieksekusi secara masif agar dapat beroperasi tepat waktu.

Akses Bokoharjo nantinya akan terhubung secara terintegrasi dengan Yogyakarta Outer Ring Road (YORR) 2 serta rute alternatif Prambanan–Gading yang menjadi jalur utama menuju kawasan selatan DIY. Kehadiran akses ini diharapkan menjadi alternatif distribusi lalu lintas dan mempermudah mobilitas masyarakat di DIY.

Sebagai tindak lanjut penguatan sinergi di tingkat daerah, jajaran Direksi Jasa Marga juga melakukan kunjungan kerja ke Gerbang Tol Purwomartani bersama Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih dan jajaran Pemerintah Kabupaten Gunungkidul pada Rabu (05/08).

Rivan menjelaskan bahwa Akses Bokoharjo juga akan mempermudah akses menuju sejumlah destinasi wisata unggulan.

“Akses ini akan menjadi gerbang utama yang mempermudah mobilitas wisatawan menuju klaster destinasi favorit seperti Istana Ratu Boko, Candi Prambanan, hingga Tebing Breksi. Kami berharap kehadiran akses ini dapat menjadi pintu masuk tumbuhnya pusat-pusat ekonomi baru, sehingga sektor pariwisata Yogyakarta dan Gunungkidul berkembang secara berkelanjutan,” tambah Rivan.

Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengapresiasi komitmen Jasa Marga dalam mendukung peningkatan konektivitas. Menurutnya, aksesibilitas yang lebih baik akan memperkuat daya saing pariwisata dan membuka peluang investasi baru bagi masyarakat Gunungkidul.

“Kami berharap konektivitas ini tidak berhenti di Bokoharjo, tetapi terus terhubung hingga Kabupaten Gunungkidul. Dengan akses yang semakin baik, wisatawan dapat menjangkau destinasi unggulan kami lebih cepat tanpa harus melewati kepadatan di pusat Kota Yogyakarta. Ini tentu berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi masyarakat,” kata Endah.

Terjalinnya sinergi erat antara Jasa Marga, Pemda DIY, Pemkab Gunungkidul, dan Pemerintah Pusat ini diharapkan mampu menghadirkan konektivitas yang semakin terintegrasi menuju kawasan wisata unggulan. Hal ini juga sejalan dengan agenda strategis Pemerintah, khususnya Asta Cita ketiga dalam melanjutkan pembangunan infrastruktur demi penciptaan lapangan kerja berkualitas, serta Asta Cita keenam dalam membangun dari bawah untuk pemerataan ekonomi daerah. Kehadiran jaringan tol dan akses pendukungnya diproyeksikan menjadi katalis bagi akselerasi pariwisata, penguatan UMKM, peningkatan investasi, serta pemerataan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah DIY.

Artikel ini juga tayang di vritimes

Featured

LAINNYA