Monday, 23 Feb 2026

Antisipasi Cuaca Ekstrem, KAI Daop 9 Jember Perkuat Infrastruktur dan Siagakan Petugas Ekstra

3 minutes reading
Monday, 23 Feb 2026 05:18 1 Admin22

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi fenomena cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jawa Timur bagian timur. Langkah mitigasi menyeluruh dilakukan, mulai dari penguatan bangunan hikmat (jembatan) hingga penyiagaan personel tambahan guna menjamin keselamatan dan kelancaran operasional perjalanan kereta api.

Jember, 23 Februari 2026 – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 9 Jember terus meningkatkan kewaspadaan menghadapi fenomena cuaca ekstrem yang melanda wilayah Jawa Timur bagian timur. Langkah mitigasi menyeluruh dilakukan, mulai dari penguatan bangunan hikmat (jembatan) hingga penyiagaan personel tambahan guna menjamin keselamatan dan kelancaran operasional perjalanan kereta api.

Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyatakan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan jalur tetap aman dari potensi gangguan alam seperti banjir atau ambalan. Salah satu langkah teknis yang dilakukan adalah normalisasi arah saluran air pada titik-titik yang menjadi pusat berkumpulnya aliran hujan.

“Kami telah memetakan terdapat 4 Daerah Pantauan Khusus (Dapsus) di wilayah Daop 9 yang menjadi prioritas pengawasan. Normalisasi drainase dilakukan secara intensif agar debit air yang tinggi tidak menggerus tubuh ban jalan rel,” ujar Cahyo.

KAI Daop 9 juga menyiagakan personel dan armada ekstra di lapangan, termasuk Penjaga Terowongan, Penjaga Daerah Rawan, serta operasional Kendaraan Pemeriksa Jalur (KPJ).

Cahyo menekankan bahwa operasional KPJ kini menjadi lebih intensif. “Khusus untuk KPJ, selain dijalankan sesuai dengan jadwal dinasan eksisting yang rutin, armada ini juga akan diterjunkan langsung untuk menyisir jalur pada saat terjadi hujan deras maupun hujan dengan durasi yang lama. Hal ini dilakukan untuk mendeteksi secara dini potensi gogosan atau rintangan di atas rel akibat cuaca ekstrem,” tegasnya.

Selain fokus pada pemantauan jalur, KAI Daop 9 melakukan modernisasi infrastruktur pada sejumlah jembatan dan gorong-gorong atau yang dikenal sebagai Bangunan Hikmat (BH). Transformasi ini bertujuan untuk meningkatkan kekuatan struktur dalam menahan debit air yang meningkat drastis.

Beberapa titik strategis yang telah ditingkatkan menjadi Box Culvert antara lain:

BH 314 (Km 71+007): Antara Pasuruan – Rejoso (Jembatan Baja menjadi Box Culvert).

BH 65 (Km 121+178): Antara Leces – Malasan (Jembatan Beton menjadi Box Culvert).

BH 388 (Km 94+635): Antara Bayeman – Probolinggo (Jembatan Beton menjadi Box Culvert).

BH 361 (Km 87+292) dan BH 367 (Km 88+740): Antara Grati – Bayeman (Gorong-gorong Beton menjadi Box Culvert).

Penggunaan Box Culvert dinilai lebih efektif dalam mengalirkan volume air yang besar serta meminimalisir risiko penyumbatan oleh material sampah atau sedimen saat cuaca buruk.

Langkah-langkah proaktif ini merupakan bentuk komitmen KAI Daop 9 Jember untuk mengedepankan aspek keselamatan (Safety First). Para pelanggan diimbau tidak perlu khawatir dan tetap mempercayakan perjalanannya menggunakan kereta api meskipun dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat.

“Seluruh jajaran Daop 9 Jember bersiaga penuh 24 jam untuk memastikan perjalanan kereta api tetap aman, nyaman, dan selamat sampai tujuan,” tutup Cahyo.

Artikel ini juga tayang di vritimes

Featured

LAINNYA