Wednesday, 14 Jan 2026

Kementerian PU Tangani Tanggul Jebol Terdampak Bencana di Sejumlah Wilayah Jawa Tengah

3 minutes reading
Wednesday, 14 Jan 2026 13:35 1 Admin22

JAKARTA, 14 Januari 2026 – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana melakukan langkah cepat dan taktis menangani kerusakan sejumlah tanggul akibat tingginya debit sungai di Provinsi Jawa Tengah. Penanganan darurat dilakukan di sejumlah wilayah dalam lingkup Daerah Aliran Sungai (DAS) Wiso, Gelis, dan Seluna, di Kabupaten Jepara, Pati, Kudus, dan Rembang.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa keselamatan masyarakat
menjadi prioritas utama dalam penanganan bencana hidrometeorologi ini.

“Kami menginstruksikan seluruh jajaran di lapangan untuk bergerak
cepat melakukan penanganan darurat dengan berkolaborasi bersama pemerintah
daerah dan masyarakat, sambil tetap memperhatikan kondisi debit air serta
keselamatan masyarakat dan petugas tanggul,” ujar Menteri Dody.

Di Kabupaten Jepara,
BBWS Pemali Juana bersama masyarakat setempat telah melakukan penanganan
darurat di Desa Sowan Kidul, Kecamatan Kedung, menggunakan konstruksi cerucuk
bambu, sesek bambu, dan sandbag. Penanganan serupa juga dilakukan pada
tanggul jebol di Desa Kalipucang Wetan, Kecamatan Welahan.

Di Desa Tempur, penanganan yang dilakukan berupa pemasangan
bronjong pabrikasi hasil kolaborasi antara BBWS Pemali Juana dan Pemerintah
Kabupaten Jepara. Namun, penanganan di Desa Pringtulis untuk sementara belum
dapat dilaksanakan mengingat akses yang terbatas dan debit air yang masih
tinggi. Pekerjaan perbaikan akan dilanjutkan setelah kondisi memungkinkan.

Di Kabupaten Pati,
upaya penanganan darurat tengah diintensifkan di Desa Tunjungrejo dan Desa
Bulumanis Kidul. Penanganan yang melibatkan BBWS Pemali Juana, Dinas PUPR
Kabupaten Pati, serta pemerintah desa setempat didukung alat berat excavator.
Material darurat yang digunakan meliputi cerucuk bambu, sesek bambu, glugu,
serta ribuan sandbag.

Terkait beberapa titik lain di Kabupaten Pati yang belum
tertangani akibat akses yang terputus, Kementerian PU telah menyusun rencana
tindak lanjut untuk segera mendatangkan alat berat dan material banjiran begitu
akses terbuka dan kondisi lapangan memungkinkan.

Sementara itu di Kabupaten Kudus,
sinergi antara BBWS Pemali Juana, BPBD Kabupaten Kudus, dan pemerintah desa
telah berhasil melakukan pemasangan sandbag isian tanah di
Desa Demangan. Saat ini, tim gabungan juga tengah berupaya membersihkan sampah
yang menyumbat aliran sungai di beberapa titik aliran sungai. Penanganan
lanjutan pada titik jebolan lainnya masih menunggu penurunan debit banjir.

Selain fokus pada sumber daya air, Kementerian PU melalui Balai
Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah – DI Yogyakarta turut
terjun ke lapangan. BBPJN melakukan pembersihan sampah yang menghambat aliran
air di area jembatan ruas jalan nasional yang terdampak banjir di Kudus, Pati,
dan Rembang, serta melaksanakan patching atau penambalan
lubang jalan pasca banjir demi kelancaran logistik dan mobilitas warga.

Kepala BBWS Pemali Juana, Sudarto, memastikan pihaknya akan terus
memantau perkembangan situasi di lapangan secara real-time.

“Langkah penanganan dilakukan dengan harapan dapat meminimalkan
risiko lanjutan, melindungi permukiman warga, serta menjaga fungsi sungai dan
tanggul secara berkelanjutan. Kami akan mempercepat penanganan darurat dan
permanen secara bertahap,” ujar Sudarto.

Program kerja
ini merupakan bagian dari “Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak” dalam
menjalankan ASTA CITA dari Presiden Prabowo Subianto.

#SigapMembangunNegeriUntukRakyat

#SetahunBerdampak

Artikel ini juga tayang di vritimes

Featured

LAINNYA