Friday, 06 Feb 2026

Pengiriman Logistik Jelang Ramadan Diprediksi Naik Hingga 30%, Bagaimana Kesiapan Customer Service Anda?

3 minutes reading
Friday, 6 Feb 2026 09:46 1 Admin22

Jakarta, 6 Februari 2026 – Industri logistik nasional kini bersiap memasuki periode peak season menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026. Volume pengiriman diprediksi meningkat sekitar 10-30%, didorong oleh pertumbuhan transaksi e-commerce serta lonjakan konsumsi masyarakat pada kategori makanan, fashion, hingga kebutuhan rumah tangga.

Kondisi ini menempatkan perusahaan logistik pada fase krusial, tidak hanya dari sisi operasional distribusi, tetapi juga dari sisi layanan pelanggan (customer service). Ketika volume pengiriman meningkat, volume pertanyaan, pelacakan paket, hingga komplain pelanggan juga berpotensi melonjak. Hal ini menjadi tantangan bagi perusahaan logistik untuk terus mempertahankan kualitas layanan dan kepuasan pelanggan.

Tantangan Layanan Pelanggan Industri Logistik Saat Ramadan

Berikut beberapa tantangan yang umum dihadapi oleh perusahaan logistik di momen peak season, termasuk pada Ramadan dan Idul Fitri:

1. Lonjakan Volume Panggilan Masuk (Inbound Call)

Selama Ramadan, volume panggilan pelanggan dapat melonjak seiring meningkatnya jumlah pengiriman. Tanpa sistem panggilan yang terintegrasi, risiko antrean panjang dan banyaknya missed call dapat terjadi. Kondisi ini berdampak langsung pada kepuasan pelanggan.

2. Nomor Telepon Tidak Terpusat yang Membingungkan Pelanggan

Banyak perusahaan logistik masih menggunakan nomor telepon yang berbeda-beda untuk kantor pusat dan setiap cabang. Akibatnya, pelanggan sering salah menghubungi cabang yang tidak relevan dan agent harus melakukan transfer panggilan secara manual. Di jam-jam sibuk seperti menjelang buka puasa dan sahur, proses ini menjadi beban yang dapat mengurangi produktivitas tim layanan pelanggan.

3. Kelelahan Agent Selama Periode Puasa

Ramadan juga menghadirkan tantangan human factor. Agent customer service yang berpuasa mengalami penurunan energi di siang hari, sementara volume panggilan justru meningkat.

Tanpa perencanaan shift dan sistem distribusi panggilan yang optimal, agent berisiko mengalami kelelahan, yang dapat meningkatkan tingkat kesalahan penanganan dan memperlambat respons terhadap inquiry pelanggan.

4. Gap antara Data Tracking dan Komunikasi ke Pelanggan

Pelanggan sering menghubungi customer service untuk menanyakan status pengiriman, meskipun informasi pelacakan sudah tersedia melalui sistem terpusat dan portal pelanggan.

Namun, data operasional tersebut sering tidak langsung terhubung dengan konteks komunikasi pelanggan, sehingga agent harus membuka berbagai dashboard, meminta klarifikasi tambahan, atau menjelaskan ulang informasi yang sebenarnya sudah tersedia.

Akibatnya, proses penanganan pertanyaan menjadi lebih lambat, durasi panggilan meningkat, dan pelanggan tetap merasa kurang mendapatkan kepastian terutama saat terjadi keterlambatan pengiriman atau gangguan cold chain.

MiiTel Phone: Solusi VoIP Management dengan AI Analytics untuk Layanan Logistik

MiiTel Phone sebagai VoIP berbasis cloud dan AI mampu membantu perusahaan logistik menghadapi lonjakan komunikasi pelanggan selama Ramadan dengan membangun sistem komunikasi terpusat yang scalable, mendistribusikan panggilan secara otomatis dan praktis, serta memberikan visibilitas real-time terhadap performa layanan pelanggan. 

Melalui analitik percakapan berbasis AI, perusahaan dapat mengidentifikasi pola komplain, risiko kegagalan SLA, dan isu operasional utama secara lebih cepat, sehingga lonjakan peak season dapat dikelola secara proaktif tanpa mengorbankan kualitas layanan.

Ingin konsultasi terkait tantangan sistem komunikasi di perusahaan Anda? Jadwalkan pertemuan dan demo gratis MiiTel dengan di sini atau kunjungi miitel.id

Artikel ini juga tayang di vritimes

Featured

LAINNYA