Friday, 27 Feb 2026

THR: Tradisi dan Tips Mengelolanya

2 minutes reading
Friday, 27 Feb 2026 18:14 3 Kirana

Tunjangan Hari Raya (THR) selalu menjadi momen yang paling ditunggu menjelang hari besar keagamaan, terutama saat Idulfitri. Di Indonesia, THR bukan hanya sekadar tambahan penghasilan, tetapi juga sudah menjadi tradisi yang melekat dalam budaya masyarakat. Kehadirannya membantu memenuhi kebutuhan perayaan sekaligus mempererat silaturahmi bersama keluarga.

Namun, tanpa pengelolaan yang baik, THR bisa habis dalam waktu singkat. Karena itu, penting untuk memahami makna tradisinya sekaligus mengetahui cara mengelolanya secara bijak.

Tradisi THR di Indonesia

THR di Indonesia mulai dikenal sejak era pemerintahan Soekarno pada tahun 1950-an. Awalnya, tunjangan ini diberikan kepada aparatur negara sebagai bentuk dukungan kesejahteraan saat hari raya. Seiring waktu, kebijakan ini berkembang dan diwajibkan bagi perusahaan untuk memberikan THR kepada karyawan menjelang hari raya keagamaan.

Secara budaya, THR memiliki makna yang lebih luas, seperti:

* Membantu kebutuhan Lebaran (makanan, pakaian, dan mudik)

* Berbagi rezeki dengan keluarga dan kerabat

* Memberikan “angpao” atau amplop kepada anak-anak

* Mempererat hubungan sosial dan kekeluargaan

Tradisi ini menjadikan THR bukan sekadar uang tambahan, tetapi simbol kebahagiaan dan kebersamaan.

Tips Mengelola THR Agar Tidak Cepat Habis

Agar THR memberikan manfaat maksimal, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

1. Pisahkan Kebutuhan dan Keinginan

Buat daftar prioritas sebelum membelanjakan THR. Dahulukan kebutuhan pokok seperti zakat, kebutuhan hari raya, dan kewajiban lainnya.

2. Sisihkan untuk Tabungan

Idealnya, alokasikan minimal 20–30% THR untuk tabungan atau dana darurat. Ini membantu kondisi finansial tetap stabil setelah Lebaran.

3. Hindari Belanja Impulsif

Diskon besar menjelang hari raya sering menggoda. Tetap berpegang pada daftar belanja agar pengeluaran terkendali.

4. Gunakan untuk Melunasi Utang

Jika memiliki cicilan atau utang kecil, manfaatkan sebagian THR untuk menguranginya agar beban keuangan lebih ringan.

5. Investasi untuk Masa Depan

Sebagian THR bisa dialokasikan untuk investasi sederhana seperti emas atau reksa dana, agar nilainya berkembang.

Bijak Mengelola, Tenang Setelah Lebaran

Banyak orang merasa “tanggal tua” lebih cepat datang setelah menerima THR. Hal ini biasanya terjadi karena kurangnya perencanaan. Dengan pengelolaan yang tepat, THR tidak hanya habis untuk konsumsi sesaat, tetapi juga memberi dampak jangka panjang bagi kondisi keuangan.

Pada akhirnya, THR adalah berkah yang sebaiknya dimanfaatkan secara seimbang—untuk berbagi kebahagiaan sekaligus menjaga stabilitas finansial.

Penulis: (Kirana Aulia Putri)

No Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Featured

LAINNYA