gambar dibuat menggunakan kecerdasan buatan (Al) Tunjangan Hari Raya (THR) selalu menjadi momen yang paling ditunggu menjelang hari besar keagamaan, terutama saat Idulfitri. Di Indonesia, THR bukan hanya sekadar tambahan penghasilan, tetapi juga sudah menjadi tradisi yang melekat dalam budaya masyarakat. Kehadirannya membantu memenuhi kebutuhan perayaan sekaligus mempererat silaturahmi bersama keluarga.
Namun, tanpa pengelolaan yang baik, THR bisa habis dalam waktu singkat. Karena itu, penting untuk memahami makna tradisinya sekaligus mengetahui cara mengelolanya secara bijak.
THR di Indonesia mulai dikenal sejak era pemerintahan Soekarno pada tahun 1950-an. Awalnya, tunjangan ini diberikan kepada aparatur negara sebagai bentuk dukungan kesejahteraan saat hari raya. Seiring waktu, kebijakan ini berkembang dan diwajibkan bagi perusahaan untuk memberikan THR kepada karyawan menjelang hari raya keagamaan.
Secara budaya, THR memiliki makna yang lebih luas, seperti:
Tradisi ini menjadikan THR bukan sekadar uang tambahan, tetapi simbol kebahagiaan dan kebersamaan.
Agar THR memberikan manfaat maksimal, berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:
Buat daftar prioritas sebelum membelanjakan THR. Dahulukan kebutuhan pokok seperti zakat, kebutuhan hari raya, dan kewajiban lainnya.
Idealnya, alokasikan minimal 20–30% THR untuk tabungan atau dana darurat. Ini membantu kondisi finansial tetap stabil setelah Lebaran.
Diskon besar menjelang hari raya sering menggoda. Tetap berpegang pada daftar belanja agar pengeluaran terkendali.
Jika memiliki cicilan atau utang kecil, manfaatkan sebagian THR untuk menguranginya agar beban keuangan lebih ringan.
Sebagian THR bisa dialokasikan untuk investasi sederhana seperti emas atau reksa dana, agar nilainya berkembang.
Banyak orang merasa “tanggal tua” lebih cepat datang setelah menerima THR. Hal ini biasanya terjadi karena kurangnya perencanaan. Dengan pengelolaan yang tepat, THR tidak hanya habis untuk konsumsi sesaat, tetapi juga memberi dampak jangka panjang bagi kondisi keuangan.
Pada akhirnya, THR adalah berkah yang sebaiknya dimanfaatkan secara seimbang—untuk berbagi kebahagiaan sekaligus menjaga stabilitas finansial.
Penulis: (Kirana Aulia Putri)
No Comments